DODOL BELIMBING SEBAGAI PELUANG USAHA UNTUK MENAMBAH APBD
1 komentar Diposting oleh Learning By Doing pada 9/08/2010 10:48:00 AMUpaya lain untuk meningkatkan nilai tambah produk belimbing adalah dengan mengolah produk berbahan dasar buah belimbing. Saat ini, mulai banyak pengusaha olahan belimbing yang mengolah belimbing menjadi minuman segar di Kota Depok.
Hal ini dapat memotivasi masyarakat untuk mengembangkan produk olahan lainnya. Misalnya “DODOL BELIMBING”. Sebagian besar masyarakat Indonesia mengenal dodol. Makanan yang berbahan dasar tepung beras ketan ini banyak disukai masyarakat Indonesia. Berbagai daerah pun telah memproduksi dodol. Tidak ada salahnya bila kota Depok memproduksi dodol rasa belimbing. Hal ini, dapat dijadikan produksi olahan lainnya dari buah belimbing.
Banyaknya turis yang berkunjung ke Kota Depok dapat memicu kita untuk mengembangkan produksi makanan lainnya. Intinya semua makanan yang di produksi adalah berbahan dasar buah belimbing. Hal ini sangat berpengaruh pada pertambahan APBD Depok serta kesejahteraan masyarakat dan untuk memperkecil atau menghilangkan jumlah pengangguran di Kota Depok. Dengan cara mengajarkan masyarakat sebagai pengusaha yang potensial dalam berbagai hal dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada.
http://lombablogdepok.com
LombaBlogDepok 17 Juli – 17 September 2010
Jakarta - Sudahkah mencoba Windows 7? Kuasai langkah-langkah cepat berkomputer dengan Windows 7, agar kinerja dengan sistem operasi yang masih uji coba itu bisa lebih mantap.
1. Agar Lagu MP3 tetap utuh
Windows 7 memiliki kelemahan di Windows Player 12 karena bug jahat yang dimilikinya. Bug ini otomatis akan menambahkan metadata yang hilang, termasuk album art. Masalahnya hal ini bisa mengakibatkan file tersebut tidak utuh lagi.
Untuk memperbaikinya, install updatenya dari situs Microsoft.
2. Klik Kanan yang Makin Sakti
- Klik kanan pada bagian kosong di desktop untuk mengatur resolusi layar, jadi tak perlu melalui display setting dulu.
- Klik kanan pada ikon Explore di taskbar, untuk mengakses folder sistem yang umum digunakan seperti Documents, Pictures, dan lainnya dengan lebih cepat.
- Sedangkan bila tidak ingin menggunakan Internet Explorer dan ingin memindahkannya dari taksbar, klik kanan saja pada ikon IE, lalu pilih "Unpin this program from the taskbar", kemudian instal browser lain.
3. Jalan pintas (shortcut) pada keyboard
- Alt+P: Untuk menampikan atau menyembunyikan tampilan jendela Explorer
- Windows Logo+G: Menampilkan gadget di muka windows-windows lainnya
- Windows Logo++ (tombol plus): Zoom in
- Windows Logo+- (tombol minus): Zoom out
- Windows Logo+Up: Memperbesar ukuran window
- Windows Logo+Down: Memperkecil ukuran window
- Windows Logo+Left: Bergerak menuju sisi kiri layar
- Windows Logo+Right: Bergerak menuju sisi kanan layar
- Windows Logo+Home: Meminimize/merestore window lain kecuali yang sedang ditampilkan
4. Mengatur UAC (User Account Control)
Jengkel dengan banyaknya 'peringatan' (alert) seperti pada Windows Vista? Aturlah dengan langkah berikut: Start -> Control Panel -> Change User Account Control Settings.
5. Menulis Cakram Digital
Windows 7 akhirnya menyediakan layanan untuk mem-'burn' file ISO langsung ke bentuk CD atau DVD. Untuk memudahkannya, tinggal double klik pada file tersebut, pilih drive dengan disk kosong lalu klik Burn.
6. Akses video lebih cepat
Klik kanan pada menu Start, lalu menuju Properties -> Start Menu -> Customize, dan set pilihan video pada "Display as a link". Kini bisa mengakses folder video dengan langkah singkat.
7. Bagi Flickr
Memiliki account di Flickr? Untuk mempercepat membukanya, kunjungilah situs I Started Something, kemudian downloadlah Connector-nya, lalu pilih Open. Dengan ini, "Flickr Search' akan ditambahkan di folder Searches, pun bisa mencari foto lewat desktop . Gampang kan?
http://www.detikinet.com/read/2009/01/22/132533/1072723/510/7-tips-asyik-windows-7
LombaBlogDepok 17 Juli – 17 September 2010
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Di sebuah lembah, sungai kecil membelah sebuah jalan beraspal lalu jatuh di sebuah jeram, persis di sisi lain jalan itu. Air di jeram yang tak sampai dua meter tingginya, beriak-riak di sela-sela bebatuan.
Dari dasar jeram, sungai itu mengular kembali, membelah sebuah lahan berumput. Angin yang bertiup, terasa sejuk menggigit kulit. Maklum, kawasan itu berada di area Kebun Raya Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, di ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut.
Lembah itu adalah cikal bakal sebuah taman bunga sakura. Bentuknya masih seperti sketsa. Sketsa itu akan sempurna menjadi taman di tangan sekumpulan orang yang tampak sibuk mencangkul atau menyusun bongkahan batu dan rumput teki.
“Baru 20 hari lagi selesai,” kata Zainudin, perancang taman, yang bekerja sebagai pegawai di Kebun Raya tersebut.
Tapi taman itu telah ditumbuhi ratusan pohon sakura. Ada yang berdaun rimbun kehijauan. Adapula yang kering kerontang, merana tak berdaun.
Oleh sebab itu, untuk sementara lupakan dulu bayangan pepohonan sakura dengan romantikanya: dedaunan kecoklatan yang berguguran di permukaan tanah dan kembang warna-warni seperti kertas yang meraya di cabang-cabang pohon. Keindahan yang dirayakan dalam festival Hanami di Jepang.
Lansekap taman itu sakura tak terlalu istimewa. Bentuknya masih mengikuti bentangan alam dan kontur tanah yang ada. Sebagai penunjang tumbuhnya tanaman di sana, taman dibentuk berundak-undak.
Sakura ditanami dengan jarak antara 5 sampai 6 meter. Di beberapa pohon tergantung kertas kecil berisi orang yang menanamnya. Mulai dari pejabat di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri, sampai wartawan Tempo.
Agar kian semarak, di taman itu juga ditanam tetumbuhan lain. Salah satuya adalah Medinila Sp., tanaman berbunga yang di Jawa Barat dikenal dengan pohon harendong. “Ini tanaman asli Jawa Barat,” kata Zainudin, tentang tanaman yang berbunga seperti untaian buah anggur itu.
Aliran sungai akan menjadi aksen tersendiri pada taman. Rencananya, kata Zainudin, sungai kecil itu akan disulap menjadi area bermain. “Setiap akhir pekan memang banyak anak kecil yang bermain di sana,” ucapnya.
Sebuah jembatan beton telah dibangun menghubungkan dua tepian sungai. Dua batang pohon paku-pakuan ditanam di tengah sungai, di sebuah pulau-pulauan.
Sebagai pemanis, di tepi sungai akan dibangun beberapa gazebo berciri rumah Jawa. Mengapa bukan bangunan ala Jepang? “Kami tidak ingin meniru dan di sini bukan Jepang,” kata Holif Immamudin, Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas.
Taman itu membentang di areal seluas 17.500 meter persegi. Pada akhirnya, taman sakura akan mencapai luas 2 hektar, menyempil di kawasan kebun raya seluas 125 hektar di lereng Gunung Gede-Pangrango itu.
Bila selesai, taman itu akan ditumbuhi 400 batang pohon sakura dari selusin spesies sakura yang tumbuh di kebun raya. Mulai dari spesies sakura asli dari Jepang, sampai asli Indonesia, yakni Prunus costata yang berasal dari Papua.
Sakura memang bukanlah barang baru di kebun itu. Bunga itu sudah tumbuh sejak setengah abad lalu. Namun baru kali ini pengelola kebun membangun sebuah taman tematik dengan cara mengumpulkan semua koleksi lama dan koleksi baru di lembah berjeram tadi.
Holif berharap, taman sakura ini memancing minat pengunjung untuk berekrasi sekaligus belajar. “Jadi untuk menyaksikan mekarnya sakura tak perlu jauh-jauh ke Jepang,” katanya.
Sakura Indonesia malah menawarkan keuntungan lain, siklus mekarnya dua kali setahun. Di Jepang dan Amerika Serikat-dimana sebuah taman sakura juga dibangun di kota Washington dan ramai dikunjungi turis-sakura hanya mekar sekali setahun.
Di sisi lain, tumbuhnya sakura di Indonesia akan menjadi objek penelitian para ahli biologi. Holif mengatakan selain mencari kemungkinan manfaat lain tumbuhan itu, juga kemungkinan merekayasa dan menghasilkan jenis yang lebih adaptif pada kondisi iklim negeri ini.
Ngomong-ngomong soal iklim, para peneliti di Cibodas rupanya menemukan tren perubahan masa mekar sakura. Perubahan iklim global membuat masa mekarnya maju setiap tahun. Tahun ini bunga itu telah mekar pada bulan Februari.
Padahal, sebelum tahun 2001, sakura itu mekar pada bulan April dan Agustus. Masa mekar kedua masih belum dipastikan. “Tapi kemungkinan besar juga akan maju,” kata Anggun Ratna Gumilang, koordinator peneliti di Kebun Raya Cibodas.
Kesanggupan sakura mekar sampai dua kali, menurut Anggun, lantaran musim di Indonesia hanya dua macam: musim hujan dan musim kemarau. Pada musim hujan yang sejuk pun temperaturnya tak teratur. Anggun menduga, fluktuasi temperatur inilah yang membuat bunga sakura bisa berbunga lebih dari sekali.
Tapi sakura di kebun kita rupanya tak akan sesemarak dan seramai di negeri asalnya. Menurut Anggun, temperatur yang tak setara dengan negeri empat musim itulah penyebabnya. “Dinginnya tak maksimal,” kata dia.
Konstitusi (Undang-Undang Dasar) Jepang yang mulai berlaku pada tahun 1947, didasarkan pada tiga prinsip : kedaulatan rakyat, hormat terhadap hak-hak asasi manusia, dan penolakan perang. Konstitusi juga menetapkan kemandirian tiga badan pemerintahan - badan legislatif (Diet atau Parlemen), badan eksekutif (kabinet), dan badan yudikatif (pengadilan).
Diet, yaitu parlemen nasional Jepang, adalah badan tertinggi dari kekuasaan negara, dan satu-satunya badan negara pembuat undang-undang dari negara. Diet terdiri dari Majelis Rendah dengan 480 kursi dan Majelis Tinggi dengan 242 kursi. Semua rakyat Jepang dapat memberikan suaranya dalam pemilihan setelah mencapai usia 20 tahun.
Jepang menganut sistem pemerintahan parlementer seperti Inggris dan Kanada. Berbeda dengan rakyat Amerika atau Prancis, rakyat Jepang tidak memilih presiden secara langsung. Para anggota Diet memilih perdana menteri dari antara mereka sendiri. Perdana menteri membentuk dan memimpin kabinet menteri negara. Kabinet, dalam menjalankan kekuasaan eksekutif, bertanggung-jawab terhadap Diet.
Kekuasaan yudikatif terletak di tangan Mahkamah Agung dan pengadilan-pengadilan yang lebih rendah, seperti pengadilan tinggi, pengadilan distrik, dan pengadilan sumir. Mahkamah Agung terdiri dari Ketua Mahkamah Agung, dan 14 Hakim lainnya, semuanya ditunjuk oleh kabinet. Kebanyakan kasus ditangani oleh pengadilan distrik yang bersangkutan. Juga ada pengadilan sumir, yang menangani kasus seperti pelanggaran lalu-lintas, dll.
Di Jepang terdapat 47 pemerintah daerah tingkat prefektur (semacam propinsi) dan lebih dari 3300 pemerintah daerah pada tingkat bawah. Tanggung-jawab mereka meliputi : pengadaan pendidikan, kesejahteraan, dan pelayanan lain serta pembangunan dan pemeliharaan prasarana, termasuk utilitas. Dengan berbagai kegiatan administratif yang dilakukannya, terjadi kontak erat antara mereka dan penduduk setempat. Para kepala pemerintahan daerah serta anggota parlemen daerah dipilih oleh rakyat setempat melalui pemilihan.
http://www.kanimaja.org/content/view/19/49/

