Bahasa Jepang

Ada tiga jenis huruf yang dipakai untuk menulis dalam bahasa Jepang. Bahasa Jepang sangat berbeda dengan bahasa China, namun huruf-huruf yang dipergunakan untuk menuliskan bahasa Jepang semula berasal dari China di mana konon dikatakan telah diciptakan ribuan tahun yang lalu. Huruf-huruf tersebut disebut kanji, bermula dari gambar benda. Dengan berlalunya waktu, gambar-gambar itu berubah, dan kebanyakan kanji tidak lagi terlihat sebagaimana bendanya semula; kini menjadi kata atau bagian dari kata. Ada sekitar 2000 kanji yang umum dipakai. Anak-anak mempelajari 1006 kanji di sekolah dasar dan 939 kanji lagi di sekolah menengah pertama.
Selain huruf kanji, orang Jepang juga menggunakan dua perangkat huruf fonetik, yaitu hiragana dan katakana, keduanya dikembangkan dari kanji. Tiap perangkat terdiri dari 46 huruf, yang merupakan suku-kata (biasanya berupa satu konsonan dan satu vokal, seperti "ka"). Dengan tambahan titik-titik khusus pada huruf tertentu, terjadi perubahan bunyi sehingga huruf-huruf ini dapat mengungkapkan semua bunyi dari bahasa Jepang modern. Hiragana dipakai bersama dengan kanji untuk menuliskan kalimat Jepang umum. Katakana dipakai untuk menuliskan kata-kata serapan dari bahasa lain, nama orang dan tempat non-Jepang, bunyi, dan suara hewan.
Ada banyak dialek lokal dalam bahasa Jepang, disebut hougen. Untuk menunjukkan benda-benda yang sama, ada berbagai kata dialek yang berbeda-beda. Juga ada macam-macam variasi dalam logat dan intonasi, serta dalam akhiran pada kata kerja dan kata sifat. Meskipun demikian, orang-orang dari berbagai daerah dapat berkomunikasi dengan mudah karena menggunakan bahasa Jepang lisan standar yang sudah diterima secara luas.

hirakata.jpg

Sumber:

PEMBESARAN LIMPA

Pembesaran Limpa
DEFINISI
Limpa menghasilkan, memantau, menyimpan dan menghancurkan sel darah.
Limpa merupakan organ sebesar kepalan tinju yang lembut dan berongga-rongga, dan berwarna keunguan.
Limpa terdapat dibagian atas rongga perut, tepat dibawah lengkung tulang iga di sebelah kiri.

Limpa berfungsi sebagai 2 organ.
Bagian yang putih merupakan sistem kekebalan untuk melawan infeksi dan bagian yang merah bertugas membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan dari dalam darah (misalnya sel darah merah yang rusak).

Sel darah putih tertentu (limfosit) menghasilkan antibodi pelindung dan memegang peranan penting dalam melawan infeksi.
Limfosit dapat dibentuk dan mengalami pematangan di dalam bagian putih limpa.

Bagian merah limpa mengandung sel darah putih lainnya (fagosit) yang mencerna bahan yang tidak diinginkan (misalnya bakteri atau sel yang rusak) dalam pembeluh darah.
Bagian merah memantau sel darah merah (menentukan sel yang abnormal atau terlalu tua atau sel yang mengalami kerusakan) dan menghancurkannya.
Karena itu, bagian merah ini kadang disebut sebagai kuburan sel darah merah.

Bagian merah juga berfungsi sebagai cadangan untuk elemen-elemen darah, terutama sel darah putih dan trombosit.
Pada banyak binatang, bagian merah ini melepasakan elen darah ke dalam darah sirkulasi pada saat tubuh memerlukannya; tetapi pada manusia pelepasan elemen ini bukan merupakan fungsi limpa yang penting.

Jika limpa diangkat melalui pembedahan (splenektomi), tubuh akan kehilangan beberapa kemampuannya untuk menghasilkan antibodi pelindung dan untuk membuang bakteri yang tidak diinginkan dari tubuh.
Sebagai akibatnya, kemampuan tubuh dalam melawan infeksi akan berkurang.
Tidak lama kemudian, organ lainnya (terutama hati) akan meningkatkan fungsinya dalam melawan infeksi untuk menggantikan kehilangan tersebut, sehingga peningkatan resiko terjadinya infeksi tidak akan berlangsung lama.

Jika limpa membesar (splenomegali), kemampuannya untuk menangkap dan menyimpan sel-sel darah akan meningkat.
Splenomegali dapat menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah, sel darah putih dan trombosit dalam sirkulasi.

Jika limpa yang membesar menangkap sejumlah besar sel darah yang abnormal, sel-sel ini akan menyumbat limpa dan mengganggu fungsinya.
Proses ini menyebabkan suatu lingkaran setan, yaitu semakin banyak sel yang terperangkap dalam limpa, maka limpa akan semakin membesar; semakin membesar limpa, maka akan semakin banyak sel yang terperangkap.

Jika limpa terlalu banyak membuang sel darah dari sirkulasi (hipersplenisme), bisa timbul sejumlah masalah, seperti:
- anemia (karena jumlah sel darah merah berkurang)
- sering mengalami infeksi (karena jumlah sel darah putih berkurang)
- kelainan perdarahan (karena trombosit berkurang).
Pada akhirnya limpa yang sangat membesar juga menangkan sel darah merah yang normal dan menghancurkannya bersama dengan sel-sel yang abnormal.

PENYEBAB
Penyebab pembesaran limpa:
  1. Infeksi
    - Hepatitis
    - Mononukleosis infeksiosa
    - Psitakosis
    - Endokarditis bakterialis subakut
    - Bruselosis
    - Kala-azar
    - Malaria
    - Sifilis
    - Tuberkulosis

  2. Anemia
    - Elliptositosis herediter
    - Sferositosis herediter
    - Penyakit sel sabit (terutama pada anak-anak)
    - Thalassemia

  3. Kanker darah dan penyakit proliferatif
    - Penyakit Hodgkin dan limfoma lainnya
    - Leukemia
    - Mielofibrosis
    - Polisitemia vera

  4. Penyakit peradangan
    - Amiloidosis
    - Sindroma Felty
    - Sarkoidosis
    - Lupus eritematosus sistemik

  5. Penyakit hati
    - Sirosis

  6. Penyakit penimbunan
    - Penyakit Gaucher
    - Penyakit Hand-Sch?ller-Christian
    - Penyakit Lettere-Siwe
    - Penyakit Niemann-Pick

  7. Penyebab lain
    - Kisata dalam limpa
    - Penekanan terhadap vena dari limpa atau vena yang menuju ke hati
    - Bekuan darah dalam vena dari limpa atau vena yang menuju ke hati.

GEJALA
Limpa yang membesar tidak menyebabkan banyak gejala, dan tidak satupun gejala yang menunjukkan penyebab membesarnya limpa.

Limpa yang membesar terletak di dekat lambung dan bisa menekan lambung, sehingga penderita bisa merasakan perutnya penuh meskipun baru makan sedikit makanan kecil atau bahkan belum makan apa-apa.

Penderita juga bisa merasakan nyeri perut atau nyeri punggung di daerah limpa, yang bisa menjalar ke bahu, terutama jika sebagian limpa tidak mendapatkan cukup darah dan mulai mati.

Splenomegali

DIAGNOSA
Biasanya pada pemeriksaan fisik, seorang dokter dapat merasakan adanya pembesaran limpa.

Pembesaran limpa juga bisa terlihat pada foto rontgen perut.

Kadang diperlukan CT scan untuk menentukan besarnya limpa dan melihat adanya penekanan terhadap organ di sekitarnya.
MRI scan juga memberikan hasil yang sama dengan CT scan dan juga bisa mengikuti aliran darah yang melalui limpa.

Pemeriksaan penyaringan lainnya menggunakan partikel radioaktif yang ringan untuk mengukur besarnya limpa dan fungsinya serta untuk menentukan apakah terdapat penumpukan atau penghancuran sel darah dalam jumlah besar.

Pemeriksaan darah menunjukkan berkurangnya jumlah sel darah merah, sel darah putih dan trombosit.
Pada pemeriksaan dibawah mikroskop, bentuk dan ukuran sel darah bisa memberikan petunjuk mengenai penyebab membesarnya limpa.

Pemeriksaan sumsum tulang dapat menemukan adanya kanker sel darah (misalnya leukemia atau limfoma) atau penumpukan bahan-bahan yang tidak diinginkan.

Pengukuran protein darah bisa membantu menyingkirkan beberapa keadaan, seperti multipel mieloma, amiloidosis, malaria, kala-azar, bruselosis, tuberkulosis dan sarkoidosis.

Kadar asam urat (produk sisa yang ditemukan dalam darah dan air kemih) dan kadar alkalin fosfatase (suatu enzim yang ditemukan pada beberapa sel darah) dalam leukosit, juga diukur untuk menentukan apakah terdapat leukemia atau limfoma.

Pemeriksaan fungsi hati membantu menentukan adanya kerusakan hati.

PENGOBATAN
Jika memnungkinkan, dilakukan pengobatan terhadap penyakit yang menyebabkan terjadinya pembesaran limpa.

Pengangkatan limpa melalui pembedahan jarang diperlukan dan bisa menyebabkan masalah, seperti kepekaan terhadap infeksi yang serius.
Tetapi pada keadaan tertentu resiko ini lebih baik dihadapi, yaitu jika:
- limpa dengan sangat cepat menghancurkan sel darah merah sehingga terjadi anemia yang berat
- cadangan sel darah putih dan trombosit sangat berkurang, sehingga mudah mengalami infeksi dan perdarahan
- limpa sangat membesar sehingga menyebabkan nyeri atau menekan organ lainnya
- limpa sangat membesar sehingga sebagian dari limpa mengalami perdarahan atau mati.

Sebagai alternatif lain dari pembedahan, kadang dilakukan terapi penyinaran untuk memperkecil limpa.
http://medicastore.com/index.php?mod=penyakit&id=163

sejarah islam di jepang

Hanya terdapat sedikit sekali catatan sejarah yang merekam tentang hubungan antara Islam dengan Jepang sebelum mereka membuka negaranya pada tahun 1853, walaupun diyakini bahwa sudah banyak muslim yang datang ke nagasaki berabad-abad sebelumnya.

Agama Islam pertama kali dikenal oleh masyarakat Jepang adalah sek itar tahun 1877 yang bersamaan waktunya dengan hadirnya agama Nasrani dari Barat ke negara tersebut. Seiring kemudian muncul buku terjemahan bahasa Jepang mengenai riwayat hidup Nabi Muhammad. Hal ini secara langsung membantu Islam menempatkan diri pada wacana intelektual warga setempat.

Kontak penting lainnya adalah tahun 1890 saat sebuah kapal laut milik Kerajaan Turki Ottoman bernama Ertuğrul singgah di Jepang dalam rangka menjalin hubungan diplomatik. Dari sinilah warga Jepang jadi lebih mengenal Islam serta kebudayaannya

Ertuğrul (Ottoman frigate)

kotaro_yamaoka.jpg Adapun orang Jepang pertama yang memeluk Islam adalah Mitsutaro Takaoka tahun 1909. Dia lantas mengganti namanya menjadi Omar Yamaoka setelah melaksanakan ibadah haji. Namun, penelitian lain menyebutkan bahwa orang Jepang bernama Torajiro Yamada kemungkinan merupakan pemeluk Islam pertama di sana dan pernah berkunjung ke Turki.

Komunitas muslim baru ada setelah kedatangan pengungsi dari Uzbek, Kirghiz, Kazakh, dan kaum Tatar Muslim yang lari akibat terjadi Revolusi Bolshevik di Rusia selama Perang Dunia I. Pemerintah kekaisaran Jepang kemudian bersedia menyediakan lahan bagi tempat tinggal mereka di beberapa kota hingga membentuk komunitas-komunitas kecil.

Dengan munculnya komunitas muslim ini, tak lama akhirnya didirikanlah sejumlah bangunan masjid. Salah satu yang dianggap penting adalah masjid Kobe yang dibangun tahun 1935 dan masjid Tokyo tahun 1938. Berkat kontak-kontak yang intens dengan pemeluk Islam, beberapa penduduk Jepang pun beralih ke Islam saat itu.

masjid_kobe_1945.png tokyo_mosque_may_12_1938.gif
Gambar Masjid Kobe yang diambil pada 1945 setelah pengeboman Perang Dunia Kedua. Masjid Kobe dianggap sebagai tempat yang selamat oleh tentara Jepang yang berlindung di dalam basement ketika serangan pihak musuh
Peresmian Masjid Tokyo, pada tanggal 12 Mei 1938. Diresmikan oleh Abdürreid Ibrahim, duduk di tengah; sedangkan yang duduk di sebelahnya adalah Admiral Ogasawara Chsei

Islam justru mengalami perkembangan pesat selama berkecamuknya Perang Dunia II. Kekaisaran dan militer Jepang banyak menjalin hubungan dengan sejumlah organisasi dan pusat kajian Islam serta negara Islam. Pada masa ini sebanyak 100 buku dan jurnal mengenai Islam terbit di Jepang. Namun, tujuan utama pihak militer mendekati kalangan Islam adalah guna mendapat pengetahuan tentang Islam dalam kaitan rencana invasi ke negara-negera Asia Tenggara yang berpenduduk Muslim.

Tahun 1953 organisasi muslim pertama (Japan Muslim Association) berdiri di bawah pimpinan Sadiq Imaizumi. Jumlah anggotanya masih sebanyak 65 orang dan bertambah dua kali lipat dua tahun kemudian.

Pengganti Sadiq adalah Umar Mita. Dia mempelajari Islam ketika bekerja di Manshu Railway Company di Cina saat perang dunia II. Karena sering kali berhubungan dengan umat muslim Peking-Cina, lama kelamaan Umar percaya terhadap ajaran Islam dan memutuskan beralih menjadi Muslim. Sesudah kembali ke Jepang, dia pergi ke tanah suci Makkah dan tercatat sebagai orang Jepang pertama yang berhaji setelah masa perang. Tak hanya itu, Omar selanjutnya juga membuat terjemahan Alquran ke dalam bahasa Jepang.

Satu lagi masa kejayaan Islam di Jepang tatkala terjadi krisis minyak dunia tahun 1973. Negara-negara Timur Tengah mengembargo pasokan minyak mentahnya kepada negara yang mendukung Israel. Oleh karenanya, perhatian warga Jepang tercurah kepada perkembangan Islam khususnya di Timur Tengah. Mereka pun makin menyadari penting menjalin hubungan dengan negara-negara tersebut bagi pertumbuhan ekonomi Jepang. Akan tetapi sekali lagi usai krisis minyak reda, Islam pun kembali dilupakan oleh masyarakat Jepang.

Hingga kini Islam seolah sulit berkembang di Jepang. Salah satu sebabnya adalah ketaatan warga Jepang terhadap kepercayaan Sinto dan Budha. Statistik menyebutkan, sekitar 80 persen penduduk memeluk Sinto atau Budha. Hanya satu dari empat penduduk Jepang yang menganut agama lain. Adapun agama Islam dianut oleh sekitar satu setengah juta jiwa. Jumlah ini terbilang kecil dibandingkan populasi di Jepang sebanyak 120 juta jiwa.

Sebagian besar pemeluk Islam ini adalah para pelajar dan imigran dari negara Asia Tenggara dan Timur Tengah. Hanya sedikit yang warga asli Jepang. Umumnya terkonsentrasi di kota-kota besar semisal Hiroshima, Kyoto, Nagoya, Osaka, dan Tokyo. Secara rutin dakwah juga berjalan pada komunitas-komunitas Muslim ini.

Pada kenyataannya pula asosiasi pelajar muslim serta organisasi keagamaan kerap menyelenggarakan acara bersama dan diskusi untuk menambah pengetahuan ke-Islaman. Selain itu acara tersebut terbukti cukup efektif dalam membina persaudaraan sesama Muslim.

Beberapa tahun lalu, Dr Saleh Samarrai yang pernah belajar di negara Sakura itu dari tahun 1960, membentuk Japan Islamic Center dan menyusun metode dakwah efektif di Jepang. Sumbangsihnya ini akhirnya mampu mendorong upaya pengembangan Islam serta mengenalkan Islam secara luas pada masyarakat Jepang yang kosmopolitan.

SKETSA GAMBAR RAMBUT

Sebelum menggambar rambut, perlu diperhatikan terlebih dahulu jenis rambut yang akan digambar. Misalnya jenis rambut lurus, keriting, bergelombang atau rambut acak.

Kenapa sih harus tahu jenis rambut segala?

Oh.. karena tiap jenis rambut punya karakteristik yang berbeda. Sebagai contohnya jenis rambut lurus, bila digambar memiliki arah sisiran yang teratur, begitu juga dengan rambut bergelombang memiliki ciri khas yang rambut yang mengembang.

Gambar diatas adalah beberapa contoh dari bentuk ujung rambut. Untuk rambut yang bergelombang memiliki bentuk ujung rambut yang melengkung dan mengembang, sedangkan untuk rambut lurus biasanya bentuk ujung rambutnya lurus juga.

Menggambar rambut Cowo relatif lebih mudah dibandingkan menggambar rambut Cewe, hal ini disebabkan karena rambut Cowo ngga terlalu panjang dan ngurusnya mudah lagi, tapi biasanya di gambar manga cowo ada juga yang rambutnya panjang, misanya aja dapat dijumpai di komik Twins.















Rambut cewe biasanya unik- unik dan lebih menantang untuk digambar. Untuk memperindah penampilan biasanya ditambahkan kepang atau poni pada rambut yang bentuknya bermacam-macam. Inilah yang meniadi cewe lebih menarik untuk digambar karena rambutnya yang indah.

Disini digambarkan pula saat rambut terkena angin, pada posisi ini yang perlu diperhatikan arah rambut yang terkena angin harus searah pergerakan angin, hal ini dilakukan agar karakter rambut lebih alami untuk dilihat.

Angin yang datang dari arah depan menyebabkan rambut bergerak ke belakang, sehingga seluruh tampak depan wajah terlihat dengan sempurna.

Angin yang datang dari arah samping kiri akan membuat rambut bergerak ke samping kanan, sehingga sebagian rambut menutupi wajah.

http://www.animecreative.com/sketrambut.htm


;;